Dukung Kami! Silahkan Klik Di Bawah ini:

Friday, May 30, 2008

Benarkah Tianshi diresmikan oleh presiden megawati?

menurut tianshi news
menurut tianshi bontang



disitu jelas dituliskan
bagaimana dengan Tianshi? Ok akan saya paparkan di sini. Di Indonesia, Tianshi didistribusikan oleh PT Singa Langit Jaya, yang merupakan anggota APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) dan mempunyai IUPB (Izin Usaha Penjualan Berjenjang) atau sekarang diganti dengan SIUPL (Surat Izin Penjualan Langsung) dari DEPERINDAG. Lihat aja syarat untuk menjadi anggota APLI, sangat ketat sehingga money game nggak mungkin bisa masuk anggota APLI. Tianshi diresmikan pada tanggal 20 Mei 2002, oleh Ibu Presiden Megawati dan Wakil Presiden Hamzah Haz.

ini adalah kegiatan ibu Megawati 20 Mei 2002


sinar harapan

sejarah TNI

kompas

tempo interaktif




luar biasa
Tiens bisa jemput presiden Megawati khusus ke Timor Leste buat resmikan Tians

sedangkan ini kegiatan bapak Hamzah Haz pada tanggal tersebut


ambon berdarah

sejarah TNI




bapak Hamzah lagi jadi inspektur upacara ultah Lemhanas
dan sore malam nya beliau lagi seminar



GGPAS




jadi kapan beliau ke tianshi ?
pagi - siang memimpin upacara , terus ke seminar di intercontinental
nyempetin diri ke senayan?
atau dari istana, ke senayan baru ke intercontinental?

tapi yg pasti berita dari tienshi!! boong!! boong!! dan boong!!
soal peresmian oleh Presiden Megawati dan Wakil Presiden Hamzah Haz


sekarang prediksi saya atas langkah yang akan diambil Tiens ketika boongnya terungkap :
- menyalahkan distributor yang boong atau distributor terlalu semangat mencapai impian sampai bikin cerita bombastis
- mengubah tanggal 20 mei 2002
- mengubah cerita, kalo diresmikan oleh wakil dari presiden - wakil (diwakili pembantu presiden?)

terserah deh

yang pasti manipulasi berita ini udah disiarkan dari 2002 - saat ini

dah banyak orang tertipu, terserah deh para pro tianshi mau membela diri gimana
namanya juga tianshi. pinter berkelit dan jadikan distributor / anggota sendiri sebagai korban kebohongannya.

No comments: